Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Biar Lebih Tajir


Bosan bokek tiap bulan? Bikin resolusi keuangan yuk!
Nggak bisa dipungkiri memiliki banyak uang adalah idaman setiap orang. Sekolah tinggi, buka usaha sendiri dan liburan keluar negeri. Pastinya akan lebih mudah dicapai bila kondisi keuangan mantap. Masa depan kayaknya nggak perlu dicemaskan, deh,kalau kita punya simpanan uang.
Namun seringkali hanya impian kita yang tinggi, sementara usaha untuk menggapai impian tersebut minim banget. Boro-boro menabung, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kita merasa kesulitan, masih untung kalo ada sisa, nggak sedikit juga yang terpaksa nombok!, kalo begini kapan tajirnya nih...
Jangan menyesal lebih baik intropeksi diri, soalnya nih pengelolaan keuangan yang salah merupakan salah satu penyebab kita selalu kekurangan uang. Ayo perbaharui kebiasaan kita mengatur uang. Setelah itu siap-siap deh meraih impian kita!.
Terlalu konsumtif
Biar kondisi tahun lalu yang selalu paceklik di akhir bulan tidak terjadi lagi, kita kudu cermat menggunakan uang kita. Yang utama harus kita sadari adalah kemampuan financial kita. Kalau kita hanya mampu belanja sekian ratus ribu rupiah, jangan paksakan deh belanja sampai jutaan rupiah meskipun limit kartu kredit masih banyak.
Menurut Lilis setiadi, konsultan keuangan dari PT schroder investment management, masalah keuangan yang umumnya dihadapi oleh karyawan muda adalah pengeluaran yang lebih besar dari penghasilan, akibatnya mereka tidak pernah memiliki cukup uang.
“lebih besar pasak daripada tiang umumnya menimpa para perempuan muda, baik yang sudah berpenghasilan maupun yang masih mengandalkan uang bulanan dari ortu. Pola hidup konsumtif padahal berpenghasilan terbatas. Asal ada pakaian atau tas baru pasti rasanya gatal ingin membeli “ begitu analisa lilis.
Hasilnya nggak sedikit yang terlibat setumpuk utang, meskipun gaji atau uang bulanan jumlahnya sudah lebih dari cukup. Kalau sudah begini, berarti sudah waktunya kita melakukan resolusi uang. Beberapa kebiasaan negatif dalam mengelola uang mesti kita ubah,nih...nggak lucukan punya banyak utang diusia muda...
BULATKAN TEKAD
Jangan gelap mata untuk langsung belanja begitu uang sudah ditangan. Hal pertama yang harus dilakukan saat memiliki uang adalah menyisihkannya untuk disimpan, tabungan ini nantinya bisa kita gunakan untuk investasi masa depan.
Memang nggak mudah menyimpan sebagian gaji kita. Kebutuhan pokok untuk makan dan transportasi mau nggak mau harus dipenuhi dengan uang, paling tidak kita kan sudah bisa mulai menyegel uang kita dalam jumlah kecil dulu. Yang penting kita tetap mau terus berlatih seupaya terbiasa menabung.
“idealnya 30-40% dari gaji kita sipan untuk investasi. Kalau merasa berat, kita bisa melakukannya secara bertahap, misalnya tiga bulan pertama kita sisihkan 5% dari gaji. Saat sudah terbiasa menyisihkan dalam jumlah tersebut, maka naikkan jumlahnya menjadi 7% begitu seterusnya” jelas lilis.
Biar jumlahnya nggak berkurang karena terpakai oleh kita untuk membeli sesuatu yang sifatnya kurang penting, seperti pakaian atau tas, maka buatlah perjanjian dengan diri sendiri untuk nggak mengganggu gugat tabungan tersebut supaya nggak belanja berlebihan. Biasakan juga menulis daftar kebutuhan pokok kita setiap bulannya ya....
INVESTASIKAN DONG!
Agar uang yang ada ditabungan nggak Cuma menjadi penghuni bank dan kenaikannya hanya mengandalkan bunga, coba deh belajar memutar uang..eits bukan money game atau money laundry, tapi dalam bentuk investasi. Menurut lilis ada bermacam-macam jenis investasi yang bisa kita ikuti seperti saham atau reksadana,properti, emas dan obligasi.
“sebelum memutuskan memilih suatu investasi, pelajari dulu sifat tiap-tiap instrumen investasi termasuk resikonya. Cari tahu kira-kira jenis investasi apa yang cocok untuk kita, termasuk dari segi dana, jadi kita bisa mendapatkan keuntungan bukan sebaliknya” kata lilis.
Misalnya nih,kita hanya bisa menggunakan gaji kita selama dua bulan untuk investasi, sebaiknya kita nggak menginvestasikannya di saham karena saham merupakan investasi jangka panjang. Untuk menuai keuntungannya pun diperlukan waktu yang cukup lama, lilis menambahkan bahwa bank bisa menjadi salah satu sarana untuk berinvestasi, selain tabungan dan deposito, lembaga ini menyediakan program reksadana, bisa dalam bentuk obligasi atau deposito yang memungkinkan kita yang memiliki dana minim untuk berinvestasi, keuntungan didapat dan resikonyapun kecil.
Teori lebih mudah dari pada praktek? Nggak juga kok! Asal niat kita kuat dan mau berusaha, seberat apapun godaannya, kita pasti bisa menjalaninya. CC01/VIII.

Minggu, 13 Maret 2011

Cara wanita pintar mengatur uang


Apakah pengeluaran anda lebih besar daripada pemasukan?
Ada loh beberapa orang yang meskipun sudah bekerja selama 5 tahun tapi masih heran saat melihat buku tabungannya yang masih saja kosong melompong. Ada juga yang mengaku selalu kehabisan uang saat minggu pertama setelah gajian atau pinter nyimpan uang dengan menabung tapi masih kebingungan dalam mencari cara untuk melipatgandakannya.
Semua itu akan menjadi masa lalu jika kita bintar mengatur keuangan, sejak dulu wanita selalu dianggap sebagai pengelola uang yang biajk karena wanita harus mengatur uang rumah tangga. Tapi ditengah arus globalisasi yang selalu menggoda wanita berlaku boros...
Jika kita sudah merasa nyaman dengan pengaturan uang bulanan secara rutin maka teruskanlah tapi jika kita masih memiliki masalah dalam mengatur uang,yuk simak pakar keuangan safir senduk yang akan menguraikan rahasia bijak mengatur uang wanita pintar seperti anda...
ATUR PRIORITAS
Menurut safir senduk pada dasarnya semua wanita baik yang sudah lajang ataupun yang sudah menikah memiliki metoda megatur keuangan yang sama. Adapun hal-hal yang membedakannya adalah perilaku belanja mereka. Misalnya ada wanita yang suka belanja secara aktif, sementara ada wanita lain yang lebih suka menghabiskan uangnya dalam bentuk investasi.
Pertanyaan terpenting yang seringkali terbersit di pikiran anda tentunya “kemana saja saya akan menghabiskan seluruh uang saya atau harus kemana saja saya habiskan uang saja?” untuk dapat menjawab pertanyaan ini pertama-tama anda harus mengenali pos pengeluaran rutin anda, secara umum terdapat empat macam pos pengeluaran, yaitu biaya hidup (listrik,makan,transportasi dll)Premi asuransi,tabungan rutin dan cicilan utang.setelah mengetahui keempat pos ini tanyakan pada diri anda sendiri pos mana yang anda harus dahulukan. Jawabannya adalah yang harus menjadi prioritas adalah membayar cicilan utang,menabung,membayar premi asuransi, kemudian baru sisanya digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Jika anda menempatkanprioritas seperti ini tidak akan sulit bagi anda untuk menabung dan membayar utang atau menyiapkan dana pensiun karena semua itu diambil sebelum anda menggunakannya untuk kebutuhan hidup.
WANITA DAN BELANJA
Harus diakui bahwa seringkali godaan terbesar wanita untuk emnegeluarkan uang adalah belanja. Tidak heran jika sistem dunia kapitalis berlomba-lomba menjadikan wanita sebagai target utama mereka karena wanita adalah konsumen terbesar didunia. Berbagai macam produk fesyen dan kecantikan serta musim “sale “ yang datang dan pergi sekan terus menerus menggoda wanita untuk menggesekkan kartu kredit mereka. Belanja bisa dikategorikan dalam berbagai jenis , mulai dari belanja pakaian dibutik mahal sehingga belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket ini semua adalah sebagian besar tugas wanita kan?
Apakah dalam sistem pengelolaan uang yang bijak berarti wanita arus mengerem atau menghentikan keinginan untuk belanja? Tentu tidak ! hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mengikuti prioritas pos pengeluaran yang sudah dijelaskan diatas, atau dengan kata lain menabung dimuka, jika hal ini sudah dilakukan dan diamankan maka sisa pendapatan yang digunakan untuk pos biaya hidup bisa kita belanjakan sesuka hati, tentunya dengan penuh pertimbangan. Belanja tentunya dilakukan dengan taktik tertentu.
Ini dia trik belanja secara selektif ala safir Senduk:
1. Bedakan butuh dan ingin. Kebutuhan biasanya selalu didahulukan dan ada batasannya tidak seperti keinginan.
2. Beli kebutuhan yang prioritas terlebih dahulu.
3. Ketahui cara mengeluarkan uang secara selektif untuk setiap pos.
RAHASIA PEMBAGIAN POS PENGELUARAN ANDA
Bagi anda yang bingung membagi pendapatan untuk setiap pos pengeluaran , saran dari safir senduk ini bisa dijadikan pedoman. Tapi anda masih bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan anda dan mengubah angka-angka ini.
1. Cicilan utang – maksimal 30% dari pendapatan
2. Tabungan rutin – 10 % dari pendapatan
3. Premi asuransi – 10 % dari pendapatan
4. Biaya hidup – 50% dari pendapatan
SPLURGE VS. STEAL
Apakah lebih bijak untuk membeli satu barang yang berkualitas tinggi dengan harga mahal (splurge) atau membeli beberapa barang murah dengan kualitas biasa (steal)? Safir senduk menyatakan bahwa akan lebih bijak untuk memilih kualitas dibandingkan dengan kuantitas atau dengan kata lain “splurge is better than steal “ . selama ini selalu ada pendapat yang salah diantara wanita bahwa harus memiliki barang yang banyak, namun barang yang bagus selalu ada harganya, oleh karena itu dianjurkan untuk lebih pintar dalam memadupadankan barang, sehingga isi lemari anda semuanya terdiri dari barang dengan kualitas bagus dan tahan lama serta efektif dan terpakai semua.
Saat membicarakan barang bagus, ini tidak harus selalu identik dengan barang branded dengan harga setinggi langit. Namun memang dijaman sekarangbarang-barang banded bisa memberikan prestise tertentu bagi wanita . disinilah sekali lagi ditekankan bahwa gengsi juga ada harganya. Oleh karena itu jika anda tidak memiliki dana yang dibutuhkan maka, lebih baik memilih barang-barang non branded yang juga berkualitas bagus, yang perlu diingat, jangan pernah menghalalkan cara belanja anda dengan dalih untuk berinvestasi, misalnya anda membeli sebuah tas branded seharga lima juta rupiah dengan menggunakan tabungan karena tas ini merupakan barang investasi yang bisa dijual lagi jika anda membutuhkan uang. Ini adalah pendapat yang salah karena barang bekas pasti akan selalu memiliki harga jual yang lebih rendah. Oleh karena itu akan lebih bijak jika anda menginvestasikan uang dalam bentuk reksadana atau koin emas . bukan pada tas atau sepatu kulit yang harganya selangit.

Kamis, 10 Maret 2011

CERDIK PANGKAL TAJIR


1. Rajin menabung : kalau bisanya kita belanja begitu uang ditangan, sekarang sisihkanlah sebagian uang untuk ditabung. Sebagai langkah awal cukup sisihkan sebagian uang untuk ditabung sekitar 5-10% dari uang bulanan atau gaji tiap bulan

2. Batasi pemakaian kartu kredit : glek! Meski lagi bokek berat, biasanya nih kita akan berani bahkan nekat beli ini itu kalau ada kartu kredit di dompet. Kalau belum bisa mengendalikan pemakaian kartu ini, lebih baik tutup aja deh dari pada stress saat tagihan datang kan?

3. Nggak ngutang lagi : tantang diri sendiri untuk menghilangkan kebiasaan utang. Caranya gampang kok, bikin deh pos-pos pengeluaran mulai dari uang makan, transportasi sampai dana bersenang-senang.kalau ngga ada lagi biaya untuk nonton film, ya harus berani bilang “tidak” saat diajak nomat.
4. Pindah kerja : tawaran gaji yang lebih besar dari perusahaan kompetitor perlu dipertimbangkan tuh. Jumlah gaji yang meningkat disertai dengan pengeluaran yang sama tentu menambah simpanan kita.
5. Investasi : “membuang” uang tiap bulan untuk bayar cicilan rumah atauasuransi kesehatan bagus tuh! Kalau kita membeli sepatu setiapminggu baru jadi masalah.

6. Pilih mingguan : nggak Cuma berlaku bagi yang masih disponsori ortu nih, kita yang suda mendapat gaji bulananpun bisa mengakali penggunaan uang dengan menyiapkan dana mingguan. Biasanya kan , kita bakal lebih boros bila memegang uang banyak sekaligus.


7. Kerjakan sendiri : kalau sekali creambath di salon bisa menghabiskan lebih dari Rp. 100 ribu, dengan melakukannya sendiri kita akan menghemat beratus-ratus ribu !

8. Manfaatkan transportasi umum : naik taxi memang lebih nyaman dibandingkan dengan bus. Tapi biaya yang harus kita keluarkan pun pastinya jauh lebih besar. Berdesak-desakan sebentar demi menghemat ngga akan bikin kita menderita kok. Lagipula uangnya bisa menambah beli tas baru!


9. Memanfaatkan fasilitas promosi: beberapa provider ponsel memberikan tarif telepon murah dijam-jam tertentu. Bila kita termasuk miss ring-ring, fasilitas ini mesti dimanfaatkan. Selain bisa ngobrol lebih lama pulsa juga nggak cepat habis.

10. Pilih yang permanen : hobi motret dengan kamera digital? Daripada berulang kali mengganti baterai, pilih baterai isi ulang saja. Meskipun harnya cukup mahal namun bisa digunakan tanpa batas...